Categories
Umum

Solusi Beternak Ayam Tanpa AGP Bagian 2

Sinergi Semua Lini

Dalam mengatasi produksi tanpa AGP, peternak tidak boleh memperhatikan sekadar pakannya atau satu sisi saja. Melainkan semua lini dalam berbu di – daya harus menjadi lebih baik lagi. Di samping ker – jasama multistakeholder, manajemen pakan (feed), kandang (farm), dan kesehatan (health) wajib saling menunjang satu sama lain. Bambang menjelaskan, pascapelarangan, peter nak harus kembali ke pedoman dasar dalam berbu didaya (back to basic). Yaitu manajemen peme li haran yang baik, pembibitan DOC yang berkualitas, perhatikan kualitas pengolahan air (water treat ment) serta menyiapkan manajemen pakan (feeding program) sebagai stra tegi pengganti AGP. Tak lupa mengontrol penyakit dan men jaga kondisi lingkung an kandang. Dari segi produksi pakan, Bu di menyarankan, sanitasi di da lam pabrik perlu diperketat. Untuk bahan baku, yang ter se leksi harus berkualitas. Ba han baku sebaiknya dipilih yang tingkat kecernaannya tinggi. Dengan begitu, bahan sisa tak tercerna yang diman faatkan mikroba usus berkurang. Formulasi pun harus dibuat seimbang sesuai dengan kebutuhan ayam. Jangan sampai kelebihan zat gizi karena akan diman faat kan mikroba patogen di dalam usus. Kandungan mikotoksin yang bisa mempengaruhi dinding usus dan kekebalan wajib turut dikendalikan. Masukan lain Budi untuk pabrik pakan adalah dalam mencari pengganti AGP, bahan yang dipakai perlu terbuktikan melalui penelitian yang sudah dipublikasi dalam jurnal yang terakreditasi. Manfaat ekonomi dan risiko pun perlu diperhitungan. Sebab, menurut dia, pemakaian bahan pengganti harus dihitung. Seberapa besar nilai tambah terhadap hasil ternak dan risiko dalam proses, kekebalan, dan lainnya. Bagi peternak, pakar nutrisi ternak ini mengan jur – kan, untuk mempertahankan kekebalan dan kese – hatan usus ayam. Dimulai dari persiapan kandang dan litter sebelum anak ayam datang. Misalnya, istirahat kandang (minimal 14 hari), menjaga pemanas, ventilasi, kebersihan litter, tempat pakan yang cukup, dan air minum yang bersih. Berikutnya, mencegah kontaminasi dan stres pada waktu pengangkutan anak ayam (DOC). Kontaminasi dan stres bisa terjadi dalam truk pengangkut dan la ma – nya perjalanan ke kandang. Kontaminasi juga bi sa terja – di di penetasan atau saat diturunkan dari induk ayam. “Pemberian pakan dan pel let berkualitas yang memperhatikan kan dung – an jenis fiber (serat). Dite – ruskan dengan vaksinasi yang baik dan pencegahan serangan koksi, sanitasi air minum, dan memperketat biosekuriti secara struk – tural dan operasional,” wanti-wantinya lengkap